kata ibu..

my favorit dialog dr film seri ojagkyo family, diambil dari 2 episode terakhir filmnya..

sumber : www.kutudrama.com/2012/03/sinopsis-ojakgyo-brothers-episode-58.html
---------

Ibu mengatakan kalau hidup itu sangatlah sia-sia. Sekarang yang ia lakukan saat ini hanyalah memasak. Setelah semua anaknya besar, mereka berpikiran kalau mereka tumbuh besar dengan kemampuan mereka sendiri. Dan saat ia berada di depan cermin, ia melihat betapa tua dan kurus dirinya.

Ja Eun membantah kata-kata ibu, karena ibu masih tetap cantik seperti dulu. Ibu menyuruhnya untuk tak bermulut manis. Ia juga memperhatikan kalau Ja Eun sedang gembira. Apakah ada sesuatu yang terjadi? Ja Eun memberitahukan kalau ia mendapat kesempatang magang selama setahun di Amerika

Ibu sangat senang mendengarnya. Tapi ia kecewa saat mendengar Ja Eun tak mengambil kesempatan itu karena ia ingin menikah. Seharusnya ia tetap berangkat dan memundurkan jadwal pernikahannya sampai tahun depan.

Ja Eun tak mau karena hal itu berarti ia akan berpisah dengan Tae Hee. Ia sudah sangat senang mendengar ia diterima magang di perusahaan Amerika. Ibu menghardiknya, “Tae Hee adalah seseorang yang akan hidup bersamamu selamanya. Hanya setahun berpisah dengannya, apakah ada sesuatu yang akan terjadi? Apakah Tae Hee tak membiarkanmu pergi?”

Tidak, Ja Eun malah belum memberitahukannya. Ibu menyuruhnya untuk memberitahukan pada Tae Hee terlebih dahulu karena kesempatan itu sangatlah berharga dan susah untuk didapatkan, jadi kenapa juga harus dilepas

"Mengapa kau sangat mudah melepaskan impianmu? Apakah kau menganggap enteng mimpi-mimpimu? Saat aku muda dulu, aku juga punya mimpi. Sebelum aku menikah, aku melakukan semuanya dengan baik. Kemudian setelah itu aku menikah dan memiliki anak. Sejak saat itu aku tak mampu mengerjakan yang lain.
Park Bo Ja telah lenyap dan berganti menjadi menantu seseorang, istri sesorang, atau ibu seseorang. Seberapapun Tae Hee mencintaimu, tapi ada hal-hal yang tak mampu dipenuhi oleh Tae Hee.
Setelah menikah, kau mungkin mampu menjaga untuk tak memiliki anak. Tapi walaupun begitu, jika Tuhan berkehendak, kita tak dapat menolaknya. Dan jika saat itu tiba, kehidupanmu bukan hanya menjadi milikmu sendiri.
Lihatlah aku. Aku hanyalah seorang ibu. Tak ada yang kuwariskan di dunia ini. Kau seharusnya tak hidup seperti itu. Ketika kau hidup dengan bekerja, bekerjalah dengan membuat impianmu menjadi kenyataan.”

Ja Eun memandang ibu dan bertanya apakah ibu tak menyukai kehidupannya sekarang? “Impianku adalah menjadi seorang ibu seperti Bibi. Aku benar-benar sangat menghormati Bibi.”

Ibu setengah mentertawakan kata-kata Ja Eun, apakah Ja Eun tak punya orang lain yang bisa dihormati selain dirinya? 

Tapi Ja Eun tetap berkata kalau ia menghormati ibu. Dan bagaimana mungkin ibu tak mewariskan apapun? Ada keempat anaknya, juga perkebunan ini. Ibu menganggap kata-kata Ja Eun angin lalu. Ia malah menyuruh Ja Eun untuk mengambil pakan ternak karena sudah waktunya memberi makan bebek-bebek itu.

pidato ibu saat pernikahan

Mempelai wanita ini baru saja menolak kesempatan berharga dalam hidupnya untuk menikah. Yang ia perlu lakukan hanyalah menunda pernikahan selama setahun, jadi mengapa terburu-buru menikah? Orang sering berkata kalau pernikahan adalah gerbang kuburan dalam kehidupan kita.
Aku menikah pada umur 20 tahun, dan selama 40 tahun aku menjadi menantu pertama keluarga Hwang. Aku terus-terusan memasak, bekerja selama 365 hari sampai tanganku tak pernah kering karena selalu terkena air.
Oleh karena itulah aku mengatakan pada mempelai wanita ini, jangan abaikan mimpimu.

Tapi dia malah bertanya padaku, “Bibi, apakah kau menyesali hidupmu? Aku ingin menjadi ibu sepertimu”. Kata-kata itu membuatku kesal karena kedengarannya kalau gadis ini sok pintar dan mencoba mengajariku. Tapi karena kata-katanyalah membuatku merenungkan kembali.

Jika aku harus kembali 40 tahun yang lalu dan disuruh memilih, aku akan tetap memilih hal yang sama. Jujur saja, melihat seluruh anggota keluargaku duduk mengelilingi meja dan makan makanan yang aku masak – itulah saat-saat yang membahagiakan dalam hidupku. Melihat anak-anakku selalu menikmati makananku, membuatku tak bosan menjalani hidup. Melihat seluruh keluarga berkumpul dan makan sup kimchi dan kue beras, memberiku kekuatan baru untuk bekerja di kebun setiap paginya.

Aku memiliki suami yang tak pernah melirik wanita lain dan kami membesarkan mempelai pria yang sekarang berdiri di depan dengan sangat baik. Bahkan jika aku tak memiliki makanan untuk dimakan, perutku tetap kenyang melihat keempat putraku. Bagaimanapun juga, aku tak akan pernah menukarkan kehidupanku dengan yang lain.

Jadi Ja Eun-ah, sekarang aku akan menjawab pertanyaanmu. Aku tak pernah menyesali kehidupanku. Aku memilikimu yang menghormatiku, yang bukan siapa-siapa. Pernikahan adalah sesuatu yang harus kau lakukan. Pernikahan adalah sebuah ketidakberuntungan yang sangat menyenangkan untuk dialami dan juga kuburan kebahagiaan.

Ja Eun-ah, selamat menjalani kehidupan baru.  Aku sangat bahagia memilikimu sebagai  menantu.
Tae Hee-ah,  anakku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar