Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Senin, 04 Februari 2013

Ujian itu

Silvia Rahayu
1 bulan kemaren bisa di bilang banyak luapan emosi, puncaknya beberapa hari ini yang ada uring-uringan, emosi jiwa. Kebutuhan untuk bisa berhenti sejenak dan menghabiskan waktu sendiri dengan diri sendiri, bertanya mau apa?, ingin gimana? apa tujuan hidup? apa yang sudah dilakukan? dan salahnya menetapkan kondisi yang ideal yang tak mungkin di dapat saat ini.

Kondisi anak-anak sakit, suami super sibuk dengan project barunya tidak memungkinkan saya mendapatkan apa yang saya mau, then again is all my fault, because i've set the ideal standar. my mindset is to have some luxurius me time, away from the house, from the boys from all those noise, i want that when i have my moment is not at the night or becos the boys are sleep, i don't know i just want to have my me time when my hubby is around, replacing me take care the boys, and i'm doing my things in a better condition.

there's a moment when i really felt angry with my husband because all those things he have to take care  for his new bussiness, getting home late, but then today i realize, who ask or told me to be a mom, a housewife? siapa yang memutuskan untuk tidak bekerja demi bisa konsentrasi ngurus anak dulu? dan untuk siapa saya melakukan itu semua? demi apa? apa demi penghargaan dari suami? demi anak-anak? demi mereka para komentator yang terkadang selalu saja melihat sisi negatif? mematikan saya sedikit demi sedikit? TIDAK!! .. bukan buat mereka semua.

Ada sebuah mimpi yang dulu saya bangun sejak saya masih di bangku sekolah SMA, ketika saya tau bahwa begitu banyak hal hal kecil yang menjadi sebuah pahala, seperti halnya berpegangan tangan dengan suami, menyiapkannya minum, belum lagi bagaimana perjuangan ketika melahirkan itu disamakan dengan jihad, then my dream is only one hanya untuk menjadi istri dan ibu, and i'm not set any goal beside that.

and now i have all that, kenapa masih bersusah hati ini? karena saya terlupakan pada niat awal saya dulu, semua yg kita kerjakan harus selalu dikembalikan kepadaNya, tak perlu lah bersusah hati ketika makhlukNya tidak mengapresiasi seperti yang kita harapkan :(.

Dan alhamdulillah hari ini saya lalui dengan lebih baik setelah siang tadi menyempatkan tidur siang dengan anak-anak, hmmm kurang istirahat memang bisa menyebabkan emosi lebih meningkat hubungan dengan suamipun sudah baik, karena bagaimanapun si dia juga ga paham kenapa istrinya tiba-tiba ngambeuk hehe

Silvia Rahayu / Tukang Nulisnya

Blogger kambuhan yang menulis di saat kepengen dan ada waktu, masih labil sama konten tapi ttp bertahan sebagai blogger meski tak pernah blogwalking :p.

0 comments:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib