Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Senin, 24 Februari 2014

Saya dan ODOJ

Silvia Rahayu
image



Alhamdulillah udah hampir mau 2 bulan saya mengikuti Grup ODOJ ( One Day One Juz) via wassap, hehe terhitung baru yah mengingat masuk grup no 1800an.. Subhanallah begitu banyak orang2 yg sudah terlebih dahulu mengaktipkan diri buat bisa tilawaj 1 juz dalam 1 hari.

Dalam waktu hampir 2 bulan ini sudah ada beberapa orang yg akhirnya mengundurkan diri dari grup, mulai dari yg tiba2 left tanpa alasan, left karena mau fokus hapalan dan join di grup lain jg, mpe semalem ada yg left karena merasa lama2 mengODOJ karena absensi alias menamatin tilawahnya karena dikejar setoran sehingga terburu2 waktu tilawah dan ga ada waktu buat membaca artinya.

Terus terang saya agak makjleb juga, saya sebelum mengODOJ termasuk ke dalam golongan yg ngajinya belang betong, alias g konsisten, kadang baca kadang engga. Klo ditanya udah khatam berapa kali? Aduuuh maluuu, karena jawabannya musti belum pernah kec jaman masih kec dulu waktu aktip ngaji di mesjid #tutupMuka. Tiap ngaji udah beberapa surat pasti ada masa off nya, lupa udah nyampe mana lalu ngulang lagi meski niat pengen khatam ajaibnya g pernah kesampaian.

Sebelum akhirnya daftar ODOJ pun ada keraguan bisakah 1 hari 1 juz? Secara dalam sehari bisa ngaji 2 halaman aja udah rekor apalagi 1 juz kan 10 halaman. Dan suamipun bilang yg penting itu bukan khatam bacaan alQurannya tapi kita paham apa isinya, ngamalin.

Iya memang bener, tapi saya berpikir klo g dipaksain buat baca al quran minimal membiasakan diri buat "hang out" sama al quran gimana mau kenal? kan lama lama bisa merambah ke area lain mulai dari belajar tahsin, ngulang tajwidnya, sedikit2 belajar memahami sambil baca artinya #alibiBue.

Akhirnya dengan tekad itu mulailah menghubungi teman yg bisa mendaftarkan diri saya ke grup ODOJ di wassap. Dan didapatlah grup yg sekarang saya ikuti dan isinya subhanallah ukhti ukhi shalihah yg bikin saya keder, gimana engga ada yang sudah hapal beberapa juz, ada yg rajin ambil lelangan, ada yg masih kuliah tapi begitu semangatnya mengaji Al quran di tengah kesibukan dan bahkan ternyata ada 2 caleg di dalam grup dan masih aktip mengODOJ #subhanallah.

Ada masa di mana aduuh berasa hah heh hoh musti namatin 1 juz seperti saat anak2 sakit buat istirahat aja sulit bener, sempet berpikir untuk keluar juga, 2 hari melelang juz bagian saya karena cm sempat baca 3-5 halaman saja, badan udah KO belum ditambah anak yg ga rela liat ibunya khusu ngaji -_-". 1 juz terasa beraat, belum lagi perut tegang tegang selama baca dan napas terengah engah berasa disuruh lari, masyaAllah astagfirullah.

Lalu ingatlah nasihat ini yg di copas di grup


Kutipan nasehat
Ust. Abdul Azis Abdur Rauf, alhafidz.

"Tarbiyah dalam Satu Juz Setiap Hari"

Jika hari ini kita belum bisa beribadah dengan satu juz, kita tidak boleh putus asa, karena proses tarbiyah memang panjang.

Namun dibalik panjangnya, sesungguhnya kita juga dapat menyingkat dgn kesungguhan dan kerja keras. Kita harus sadar, dan mengatakan pada diri kita, "Sampai kapan saya tidak bisa ?" "Sampai kapan saya belum merasakan pentingnya ?"

"Dan sampai kapan saya tidak merasakan suatu kerugian besar jika hari ini tidak beribadah satu juz? "

Inilah nuansa tarbiyah yang harus kita bangun dalam diri kita, bukan nuansa pemakluman yang tiada batas.

Ingatlah bahwa tarbiyah bermakna upaya memproses diri menuju lebih baik, dan kebaikan itu ada dalam ibadah satu juz tiap hari.

Jika kita menyerah dengan kondisi kita, berarti kita sudah menghentikan proses tarbiyah dalam diri kita.

Krena itu mutarabbi (org yg trus brusaha mmperbaiki diri) yg sejati adlh mreka yg tdk prnah mnyerah dgn kondisi yg blm mmuaskan hari ini.

Jgn brlindung dari ksibukan, anak, pkerjaan, bisnis, bnyak acara dsb.Krena sjatinya smua ksibukan kta tdk akn prnah trhenti kcuali kta mati.

Lalu, apa jdinya jika smpai mati pun kita blm melakukan ibadah ini, karena halangan & kesibukan yang memang tidak akan pernah terhenti.




Inget inget sejak awal ODOJ dari yang sehari 2 halaman saja saya sulit berkat mengODOJ saya sempat merasakan euforia mengkhatamkan tilawah 2 juz dalam sehari, dari yang awalnya pegang quran aja jarang sekarang setiap hari saya menggauli al quran, meski sambil merangkak dimulai dari membiasakan diri untuk membaca insyaAllah saya berharap suatu saat saya bisa lebih memahami isi al quran, dan bermimpi suatu saatpun anak anak saya yg melihat ibunya rajin mengaji mengikuti hal yang sama begitupun dd bayi yang sedang dalam kandungan, semoga dengan ibunya ikutan mengODOJ bayi yang di perutpun adem karena sering denger ibunya tilawah.. Amiin .

I'm still learning today to be better for tommorow, insyaAllah.

Kembali luruskan niat mengODOJ, dan belajar manajemen waktu agar tidak memberikan waktu sisa untuk Allah dalam hal mengaji ini.. Jadi ingat ketika saya menyayangkan akan saudari saudari muslimah yg mulai berhijab karena diawali karena fashion, lalu ada yg berkomentar doakan saja semoga suatu saat mereka benar benar berhijab pakai hati dan berhijab dengan syar'i... Ah benar, begitu juga dengan mengODOJ ini mungkin diawal karena lagi ngetrend tapi diakhir kebiasaan mengODOJ mendarah daging di dalam diri dan impian mewujudkan generasi indonesia yg lebih baik terwujud dengan al quran.

Ah subhanallah terbayang pahalanya para pencetus ODOJ ini..dan kmrn saya mendengar ada acara menulis al quran 30 juz dalam rangka menghapal al quran, subhanallah, bermimpi bisa memiliki anak anak hafidz hafizdhah quran, musti dimulai dari ibue dulu pastinya yah ..semangaaaat q(^_^)p.

Bismillah

Silvia Rahayu / Tukang Nulisnya

Blogger kambuhan yang menulis di saat kepengen dan ada waktu, masih labil sama konten tapi ttp bertahan sebagai blogger meski tak pernah blogwalking :p.

0 comments:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib