Survive without shampoo challenge

[caption id="" align="alignleft" width="325"] Sumber : http://livingforlife.me/wp-content/uploads/2013/05/noSHAMpoo.jpg[/caption]

Awalnya seperti biasa sidak taimlain alias melototin taimline pesbuk, lalu liat statusnya bunda Henny Miloeredjo, penisirin karena isinya soal gerakan ga pake shampoo dan sabun, di salah satu komen ada komentar dari mbak Angelin Rike Mahendra (hoho sok sok yah padahal kenal juga kagak.. #salimDulu), makin penasaran lah. 

Eh eh apa ini, keramas tanpa shampoo kok ternyata malah bikin rambut lebih sehat?, coba baca ini
kenapa sih kita sebenarnya TIDAK MEMERLUKAN SHAMPOO sama sekali ?
- Sampo mengandung zat kimia yang kemungkinan berbahaya, paling tidak sodium lauryl sulfate (SLS), pewangi artifisial, dan dimethicone. Zat-zat ini dapat mengiritasi kulit pengguna sensitif, atau orang-orang kebanyakan kalau tidak dibersihkan secara benar, serta membuat rambut dan kulit kepala semakin kering. Kulit adalah organ tubuh yang paling luas, sehingga apapun yang dapat diserap oleh kulit, dapat masuk pula ke tubuh, aliran darah dan organ-organ lain.
- Tubuh kita dapat memproduksi sendiri minyak untuk memelihara rambut. Menggunakan sampo setiap hari dapat mengganggu keseimbangan alami dan menyebabkan kita memproduksi lebih banyak minyak dari yang dibutuhkan.
- Bayangkan deh cara kerja sampo. Membersihkan rambut, menyingkirkan minyak-minyak termasuk minyak alami yang diproduksi oleh tubuh (disinilah peran zat surfaktan seperti SLS) secara menyeluruh, lalu diberi pelembut dalam bentuk kondisioner. Dimethicone atau derivatif-derivatif silikon lainnya dalam sampo dan kondisioner ini berfungsi melapisi rambut agar lebih mudah ditata, namun di sisi lain juga mencegah masuknya kelembaban alami dari rambut. Jadi kita selama ini menghilangkan minyak alami dan menggantinya dengan kelembaban buatan?? Kedengaran aneh gak sih.

Itu tadi di atas adalah copasan dari komennya mba angelin di tritnya bunda henny . dan ternyata ada juga bahasannya di detikhealth. dan seperti biasa klo udah liat sesuatu yg bikin penisirin saya langsung telusuri, maka huntinglah di taimlinenya mba angelin dan nemuin trit soal testimoni yang pernah dan sedang melakukan aksi no shampoo challenge ini.

Akhirnya, ngitung ngitung hehe jadii biasanya nih saya sehari bisa 2x keramasan pake shampoo, pagi dan sore. karena pagi lepek abis acara konser di dapur, dan sore karena abis acara rusuh bersama anak jadi biar rada fresh dan harum pas suami pulang. Dan di itung-itung berhubung si pae lagi ada acara keluar kota sejak hari jumat dan baru balik minggu, pas saat itu teh lagi males keramasan pake shampoo jadi cuma air doang terus di kasih neril (meh rada wangi tea :D), lalu berlanjut hari seninnya juga karena kebeneran lagi off-duty dan kebetulan pas sore anak2 rusuh pas di tinggal mandi jd g sempet shampoan.

Jadilah, tertarik buat nyobain gerakan no shampoo ini. minta izin dulu dong sama misua secara yang punya hidung kan beliau hihihi da saya mah g bakalan kecium juga klo ada bau bau aneh di rambut hihihi, alhamdulillah untungnya suami ridho melihat istrinya percobaan no shampoo selama 2 minggu ke depan, kenapa 2 minggu ke depan ? karena berdasarkan penjelasan mba angelin, masa kritis detoksifikasi rambutnya ya 2 minggu itu, mulai dari gatel2, lepek, mungkin masih beraroma bau kali yah.. tapi lewat itu mulai enakan dan setelah 2 bulan rambut indah mempesona menjadi milik anda tanpa harus keluar duit buat beli shampoo.. begitu katanyaa (masih katanya karena belum kejadian sama sayah :D).

Jadiiii.. kembali ke soal ngitung ngitung, berarti udah 5 hari nih rambut saya g kena shampoo. sejauh ini no problemo sih, klo kata suami sih tadi "terlihat mengkilat", entah karena efek tanpa shampoo, atau emang jadi berminyak hahaha, tapi sepertinya yg kedua hihi. klo soal gatal gatal alhamdulillah g gatal, soal bau? g kecium uuy dan emang sengaja g nyium hahah tapi ini sehari tetep keramasan 2x sehari . oh iya, nah soal rontok, jadi sejak Reva umur 3 bulanan gitu rambut ujug2 merontok dengan dahsyatnya, terkadang berasa lagi sakit keras aja, nyisir sedikit rontok, bahkan g ngapa2in aja bak daun yang jatuh berguguran aja gitu di musim kemarau -__-". Tapiii.. di rasa rasa di coba coba dan di tilik tilik (naon ieu teh), pas sengaja nyisir eh rambutnya g banyak teuing dong rontoknya, masih rontok sih tapi g sebanyak biasanya, hmmm lets see, apakah dengan saya ikutan gerakan no shampoo si rambut jadi enggan meninggalkan kepala saya?? moga moga iya yah hehe #berdoamulai ..aamiiin.

Nah, selain gerakan no shampoo ternyata ada juga gerakan no sabun dan no odol (nah klo ini mah baca dari teh Rena Puspa), hihihi saya cukup cobain satu satu dulu deh, kasian soalnya klo suami mencium sekaligus bau badan, bau rambut sama bau  mulut dari istrinya, ntar di jauhin selama 1 bulan kan atuh berabe sayah :D.

Yang pasti sih, memang dalam kehidupan kita sekarang apa sih yang ga terpapar bahan kimia? oh iya lebih spesifik lagi mah bahan kimia sintetis,  sok mulai dari bangun sampai ke tidur lagi pasti kena bahan kimia sintetis. bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi .. naaah gosok gigi pake odol ada bahan kimianya, abis mandi pake minyak wangi, belum minyak rambut, belum  buat ketek dlsb. G bisa juga kita 100% menjauhi bahan kimia sintetis ini, (etapi mungkin aja klo emang punya tekad bulad sekuat baja), tapi bagaimanapun mengurangi sedikit demi sedikit kan lebih baik dari pada tetap menggunakan sementara kita tau ada yang lebih baik yang bisa kita gunakan, toh ini bukan untuk kita pribadi doang sih, dengan mengurangi penggunaan shampoo dan sabun aja itu udah jadi kebaikan juga buat alam, dan kebaikan juga buat suami karena uang belanjaan berkurang hihi.

oh iya, ternyata di luar udah booming banget gerakan no shampoo ini, meraka nyebutnya "no- poo", dan ini salah satu hasilnya

[caption id="" align="aligncenter" width="414"] sumber : http://www.chartreuth.com/2013/10/no-poo-round-2.html[/caption]

jadii.. tertarik untuk ikutan mencobaa?? :)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar